YLKI: Tidak Ada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas)

Kebohongan Hari Belanja Online Nasional

Hari Belanja Online Nasional atau yang lebih dikenal dengan singkatan Harbolnas sebenarnya sudah berjalan sejak 2012 yang dimotori oleh tujuh e-commerce raksasa di Indonesia yakni Lazada, Zalora, BerryBenka, PinkEmma, Bilna, Traveloka, dan Luxola. Namun entah kenapa baru tahun ini Harbolnas menjadi sorotan publik termasuk dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Dikutip dari Okezone.com (11/12), YLKI menilai Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) sudah menyalahi aturan. Pasalnya, hari nasional tersebut belum ditetapkan secara resmi oleh pemerintah.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, dari penetapan nama Harbolnas yang salah sudah pasti aturan mainnya salah. Namun, dirinya enggan mengatakan, jika adanya kebohongan penerapan diskon Harbolnas dikatakan pelanggaran.

“Jadi apa yang harus diperbaiki lagi aturan mainya, toh penetapan nama Hari Belanja Online Nasional saja sudah menyalahi. Yang resmi itu kan misalnya Hari Pelanggan, dan lainya, di mana hari-hari resmi itu telah ditetapkan pemerintah,” jelas Tulus kepada Okezone.

Menurutnya, tanpa payung hukum yang jelas dalam belanja online, konsumen perlu memperhatikan hal tersebut. Di mana, payung hukum yang tidak jelas, tingkat pelanggaran dalam belanja online sulit ditindak.

“Untuk saat ini, kita berharap Pemerintah menegur para operator online yang melakukan pembohongan. Selama PP belum ada, sebaiknya konsumen belanja manual dulu,” terangnya.

YLKI mencatat tingkat pengaduan belanja online hingga saat ini meningkat hingga 15 persen. Oleh karena itu, YLKI mengimbau kepada konsumen agar tidak melakukan belanja on-line untuk saat ini.

Untuk diketahui, para pelaku e-commerce pada 25 November -1 Desember 2015 menggelar Festival Belanja Online (FBO). Festival yang diikuti 46 e-commerce menargetkan transaksi yang tercapai dari FBO sebesar Rp100 miliar atau lima kali lipat dari target tahun sebelumnya.

Kemudian pada 10-12 Desember 2015, para pelaku e-commerce pun mengelar Hari Belanja Nasiona (Harbolnas). Dimana pada Harbolnas kali ini diikuti 140 e-commerce dan marketplace.

“Saya tidak lihat apa itu festival dan hari belanja online. Yang jelas konsumen harus perhatikan karena banyaknya laporan belanja online. Belanja online belum pasti. Karena kebijakan dari pemerintah saja tidak ada. Jadi masyarakat sebaiknya belanja manual dulu,” paparnya.