Dosen IPB: Rekayasa Genetika pada Tanaman Buah Tidak Berbahaya

Dosen IPB dan Rekayasa Genetika

 

Dosen IPB, Dr. Ir. Darda Efendi, belum lama ini menyatakan bahwa produk pertanian terutama buah-buahan yang dihasilkan dari Rekayasa Genetika, ternyata tidak memberikan dampak yang buruk bila dikonsumsi oleh manusia. Hal ini menjawab kekhawatiran yang sejak lama beredar di masyarakat tentang bahayanya buah-buahan yang dihasilkan melalui teknologi rekayasa genetika.

Memang saat ini Indonesia membutuhkan banyak sekali pasokan buah-buahan untuk konsumsi dalam negeri maupun untuk tujuan ekspor. Produk-produk holtikultura (buah-buah) memang sangat rentan terhadap cuaca maupun hama bila di tanam pada lahan terbuka. Belum lagi penanganan pasca panen yang tidak tepat, sering kali menyebabkan petani maupun pedagang menjadi rugi, atau berkurangnya ketersediaan pangan, hingga berdampak lagi pada rendahnya kualitas komoditi yang sampai kepada konsumen.

Berbagai cara memang telah dilakukan oleh petani atau pedagang untuk memperkecil kerugian pasca panen. Mulai dengan melakukan penurunan suhu atau kelembaban dari buah atau tanaman holtikultura, hingga hal-hal lain yang bertujuan untuk menjaga agar buah-buahan tidak cepat rusak saat panen dilakukan. Namun sayangnya, angka keberhasilannya masih sangat rendah, bahkan sangat sulit untuk menerapkannya di Indonesia dalam skala yang luas. Hambatan ini mungkin dipengaruhi oleh keterbatasan sarana dan prasarana serta tekonologi. Sebagai salah satu alternatifnya maka harus dilakukan tindakan untuk menunda pelunakan buah secara alami, untuk menekan angka kerusakan produk pertanian, saat dilakukan pendistribusian ke pasar-pasar.

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk menekan kerusakan produk pertanian pasca panen adalah dengan melakukan rekayasa genetika. Rekayasa genetika adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk memodifikasi genetika suatu organisme menggunakan bioteknologi, dalam hal ini adalah berbagai produk pertanian (buah). Cara ini memang memberikan dampak yang nyata, dimana telah terbukti berhasil menunda pelunakan buah sebelum sampai pada konsumen.

Namun sayangnya, kontroversial mengenai rekayasa genetika pada tanaman buah masih saja mengganggu banyak konsumen. Tak sedikit yang beranggapan bahwa produk hasil rekayasa genetika ini berbahaya dan memberikan dampak buruk bagi yang mengkonsumsinya. Keresahan masyarakat ini akhirnya terbantahkan setelah seorang pakar bioteknologi buah-buahan dari IPB, Darda Efendi menjelaskan; “Rekayasa genetika yang telah sesuai dengan protokol, hasil rekayasa genetikanya tentu tidak berbahaya. Bahkan saat ini kedelai yang kita konsumsi (yang sebagian besar adalah kedelai impor), dan diolah menjadi tempe dan tahu, merupakan hasil rekayasa genetika,” dilansir situs ipb.ac.id, pada Kamis (9/5).

Dari pernyataannya itu, Darda menerangkan bila rekayasa genetika yang dilakukan sudah sesuai dengan protokol, maka produk yang dihasilkan dapat dipastikan aman untuk dikonsumsi. Selain itu, menurut Darda, rekayasa genetika memiliki banyak sekali keuntungan yang salah satu diantaranya adalah sebagai alat yang potensial untuk melakukan pemuliaan tanaman. Lewat rekayasa genetika, pembatas antarmakhluk hidup dapat dihilangkan. Sebab, rekayasa genetika bisa mengambil gen dari hewan, bakteri, ataupun cendawan, yang kemudian ditransformasikan pada tanaman buah-buahan.

Hal lainnya yang perlu diketahui terkait dengan manfaat rekayasa genetika adalah, kegiatan ini dapat mempersingkat waktu pemuliaan tanaman dibanding bila melakukannya secara konvensional. Ini dikarenakan adanya perubahan pada sifat-sifat tanaman, baik dengan menghilangkan sifat-sifat yang tidak diinginkan, meningkatkan, hingga menambahkan sifat-sifat baru saat dilakukannya rekayasa genetika.

Dengan pernyataan pakar IPB ini, diharapkan kepada masyarakat untuk tidak takut lagi untuk mengkonsumsi produk pertanian seperti buah-buahan hasil rekayasa genetika. Karena saat ini, segala proses yang dilakukan pada rekayasa genetika sudah sesuai dengan protokol.

Leave a reply "Dosen IPB: Rekayasa Genetika pada Tanaman Buah Tidak Berbahaya"