Gejala Difteri dan Cara Penanganannya

No comment 81 views
Gejala Difteri

 

Penyakit difteri merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheriae yang menyerang organ pernapasan manusia. Penyakit ini termasuk penyakit berbahaya karena dapat menular melalui udara maupun benda-benda yang sudah terkontaminasi oleh si penderita difteri. Bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui organ pernapasan luar, akan menyebar ke seluruh tubuh sehingga akan menginfeksi jaringan tubuh yang lain. Infeksi ini kemudian akan menyebar ke seluruh tubuh melalui darah. Sehingga jika tidak segera mendapatkan penanganan yang serius, maka akan berakibat fatal pada si penderita. Karena sangat berbahayanya penyakit ini, maka sebaiknya kenali terlebih dahulu apa saja gejala difteri itu. Dan untuk lebih jelasnya, berikut ulasan selengkapnya.

  1. Demam; biasanya demam ini akan dibarengi dengan rasa menggigil yang hebat;
  2. Timbulnya kelenjar yang membengkak di bagian leher (bull neck), terkadang kelenjar ini bisa saja timbul dan hilang seketika;
  3. Batuk yang berkepanjangan dan suara menjadi serak;
  4. Selain itu juga akan timbul rasa sakit pada tenggorokan sehinggga membuat penderita mengalami kondisi sulit untuk menelan.

Semua gejala ini memang hampir tidak ada bedanya saat seseorang mengalami gejala flu. Maka dari itu, jika Anda mengalami gejala-gejala demikian, maka sebaiknya segera periksakan diri Anda pada dokter yang ahli pada bidang ini.

Penanganan Difteri

  1. Suntikan ADS

Saat seseorang sudah dinyatakan positif difteri, biasanya dokter akan melakukan tindakan medis berupa pemberian suntikan ADS (anti-diphtheria serum). Suntikan ini berfungsi untuk melawan infeksi difteri agar tidak menyebar ke organ tubuh lainnya. Namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dokter melakukan penyuntikkan. Yakni melakukan pemeriksaan medis terhadap pasien dan memastikan betul bahwa tidak ada komplikasi penyakit yang bisa mengancam jiwa.

  1. Terapi antibiotik

Kebanyakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri biasanya dalam penanganannya akan menggunakan obat-obatan berupa antibiotik seperti penisilin dan erythromycin. Zat ini cukup ampuh untuk membunuh bakteri penyebab difteri. Sehingga bakteri akan mati sebelum mencapai organ tubuh lainnya. Namun, jika Anda punya riwayat alergi dengan suatu zat tertentu pada antibiotik, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan lain sebagai penggantinya.

  1. Suntik steroid

Jika penyakit difteri sudah mencapai tahap yang cukup parah, biasanya penderita akan mengalami kesulitan untuk bernapas (sesak napas). Jika sudah begini, dokter akan memberikan suntikan steroid untuk membantu mengurangi sesak napas. Dengan begitu penderita akan dapat tertolong dari rasa sesak di bagian dadanya.

  1. Pengobatan antitoksin

Selain dengan antibiotik, dokter juga biasanya akan memberikan pengobatan antitoksin. Bakteri penyebab difteri yang masuk ke dalam organ pernapasan akan meninggalkan zat racun yang harus dibuang dari dalam tubuh. Obat antitoksin akan membantu mengeluarkan racun sehingga dapat mempercepat penyembuhan penderita difteri.

  1. Dirawat di rumah sakit

Jika pengobatan dengan rawat jalan sudah dilakukan namun penderita tidak mengalami perkembangan yang baik, maka satu-satunya cara yang harus dilakukan adalah dengan perawatan di rumah sakit. Di rumah sakit, penderita difteri akan dirawat secara intensif untuk memperkecil terjadinya penyebaran penyakit ke orang lain. Selain itu, pengobatan juga akan lebih mudah jika dilakukan langsung oleh tenaga medis. Mulai dari makanan, kebersihan ruangan, dosis obat hingga jadwal pemberian obat lebih tepat sesuai dengan aturan. Sehingga besar kemungkinan penderita difteri akan lebih cepat sembuh dan dapat segera kembali pulang.

Leave a reply "Gejala Difteri dan Cara Penanganannya"