Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia Batita

No comment 130 views
Tahap Perkembangan Emosi Anak

 

Mengetahui perkembangan fisik anak memang tidak begitu sulit, sebab bentuk fisik dapat dilihat secara kasat mata. Namun bagaimana dengan perkembangan emosi anak khususnya pada usia Batita? Tentu ini bukan lagi perkara yang mudah. Orang tua harus lebih jeli melihat perkembangan terhadap emosi anaknya. Agar hal-hal yang dapat mengganggu emosionalnya dapat terkontrol dengan baik.

Berikut beberapa tanda anak yang mengalami perkembangan emosional yang baik.

  1. Mampu melakukan hubungan yang baik dengan orang/anak lain disekitarnya;
  2. Dapat menemukan hal-hal yang baru saat ia bermain ataupun belajar;
  3. Tekun dan mampu berkonsentrasi pada hal-hal yang sedang ia pelajari;
  4. Sudah mampu untuk mengendalikan dirinya sendiri (menahan rasa ingin);
  5. Memiliki batas emsional yang lebih lama (dapat lebih bersabar).

Lantas apakah sebenarnya perkembangan emosional itu? Dalam dunia medis, emosi yang sehat sangat penting bagi perkembangan anak di masa mendatang. Dengan emosi yang terkontrol dengan baik, anak dapat menjadi pribadi yang lebih sabar, bertingkah laku yang pantas, serta dapat memahami arti hidup saat ia menjalani transisi dari anak-anak menuju dewasa.

Namun untuk mencapai ini, ada tahapan yang harus dilalui oleh seorang anak. Menurut penelitian yang dilakukan oleh seorang Psikoanalis bernama Erik Erikson, di usia Batita, anak akan melakui 2 tahapan perkembangan, yakni tahap “Harapan” dan tahap “Keinginan”. Apa tahap harapan dan keinginan itu? Silahkan klik disini atau baca ulasannya dibawah ini:

  1. Tahap perkembangan I: Harapan (bayi – 2 tahun)

Menurut Erik, tahap perkembangan pertama yang akan dilalui saat anak berusia  2 tahun adalah Harapan. Ia akan belajar mengenal ‘harapan’ dari orang-orang sekitarnya (yang paling dekat adalah orang tua sendiri), dan bersama itu pula ia akan mengenali ‘apa’ tanggapan orang yang ada disekitarnya.

Sebagai contoh; saat seorang anak menangis, tanggapan yang biasa dilakukan oleh orang tua adalah dengan memeluk anaknya ataupun membentak.  Namun jika ternyata tangisannya di sambut dengan pelukan, maka anak (usia 2 tahun) akan belajar bahwa harapannya telah terpenuhi. Dan itu tentunya akan memberikan manfaat yang luar biasa pada si anak. Ia akan merasa bahwa pelukan itu akan memberikan rasa aman, sehingga ia pun akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu optimis, karena dia percaya orang lain akan selalu memberikan tanggapan yang baik kepadanya.

  1. Tahap perkembangan II: Keinginan (18 bulan – 4 tahun)

Pada tahap ini mungkin akan cukup berat bagi anak maupun orang tuanya. Sebab di usia ini, anak akan cenderung rewel, dan sudah memiliki keinginan/pilihannya sendiri.

Hal tersebut akan terlihat saat anak mulai mengeksplorasi rasa keingintahuannya pada banyak hal. Biasanya lingkungan atau orang tua akan menanggapinya dengan 2 hal; mendukung apa yang dilakukannya, atau justru mentertawakan/melecehkan.

Jika eksporasi yang dilakukan olehnya dianggap mengesalkan bagi orang tua, sehingga ia sering mendengarkan kata “Jangan!”, “Awas”,”Nggak” dan sebagainya, maka kelak ia akan tumbuh menjadi anak yang peragu, pemalu, tidak mandiri, dan selalu takut melakukan suatu hal.

Maka dari itu, jika anak Anda sudah memasuki tahap usia ini. Walaupun terkadang, apa yang dilakukannya tidak sesuai dengan keinginan kita. Sebaiknya orang tua tidak menanggapinya dengan berlebihan. Percayakan saja terhadap apa yang ia sukai, karena itu pertanda jika anak Anda sudah menuju perkembangan emosi yang lebih matang.

Advertisements

Leave a reply "Tahap Perkembangan Emosi Anak Usia Batita"