Menilik Berapa Target yang di Bidik dari Harbolnas di Bukalapak 1212 Nanti

Harbolnas yang diselenggarakan pada tanggal 12 Desember 2017 ini dikenal juga dengan event 1212. Hari belanja online nasional ini menjadi salah satu moment yang ditunggu oleh pelaku belanja online, baik untuk penjual ataupun untuk pembeli. Bagi pembeli, dengan adanya harbolnas, bisa membantu untuk berbelanja dengan lebih murah. Sedangkan bagi penjual seperti pelapak yang ikut harbolnas di Bukalapakevent tersebut bisa membantu meningkatkan penjualan barang atau produk yang dijual di marketplace tersebut.

Harbolnas Bukalapak

 

Di harbolnas yang diselenggarakan pada 12 Desember 2017 besok tersebut, sebagai salah satu marketplace terpercaya yang ada di Indonesia, Bukalapak menargetkan angka sebesar Rp 300-400 milyar. PT. Bukalapa.Com tersebut mulai ikut Harbolnas pertama kali pada tahun 2015. Di tahun tersebut, Bukalapak mulai menunjukkan diri sebagai salah satu toko online terbesar di Indonesia dan mencatatkan penjualan yang impressive. Dengan adanya harbolnas tersebut maka penjualan dari para pelapak, sebutan penjual yang ada di Bukalapak, menjadi lebih baik.

Untuk memenuhi target pada harbolnas di tahun 2017 ini, Bukalapak melakukan strategi marketing untuk membantu mendongkrak transaksi. Di Tahun 2015, Bukalapak menggunakan iklan permintaan dari CEO Bukalapak yaitu Achmad Zakky dan di tahun 2016 yang lalu, marketplace dengan warna identik magenta ini menggunakan iklan melalui NTRL-Sakit Jiwa. Menurut Bayu Syeril selaku dari Vice President Marketing Bukalapak di tahun ini Bukalapak akan menggunakan gaya marketing yang menarik sehingga akan membuat orang mau untuk berbagi atau share sehingga memberikan dampak yang bahkan lebih besar jika dibandingkan dengan media placement yang membutuhkan dana yang besar.

Dari marketing yang dilakukan oleh Bukalapak, saat harbolnas di Bukalapak yang diselenggarakan pada tahun 2016 mencatatkan jika marketplace ini memiliki kenaikan penjualan hingga 4x lipat jika dibandingkan dengan penjualan yang terjadi pada tahun 2015. Di tahun 2016, harbolnas diselenggarakan selama 3 hari dan dalam jangka waktu 3 hari tersebut, penjualan yang diperoleh Bukalapak melebihi Rp 100 milyar.

Karena hal tersebut, menurut vice president marketing Bukalapak, sudah menyiapkan viral marketing apalagi kini koneksi internet yang semakin cepat dan diimbangi dengan industri e-commerce yang semakin berkembang serta pelanggan yang semakin luas dan dewasa. Dengan target sebesar Rp 300-400 milyar untuk harbolnas 1212 yang tahun ini hanya diselenggarakan selama 1 hari ini, Bukalapak mau tidak mau harus menyiapkan iklan yang berbeda sehingga bisa menjadi iklan viral dengan konsep yang gaya humor. Akibatnya, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, iklan dari Bukalapak mampu menyedot perhatian dari konsumen baik yang mengunjungi website dari Bukalapak sendiri atau dari iklan seperti yang ditayangkan di televisi.

Selain menargetkan transaksi sebesar Rp 300-400 milyar saat harbolnas di Bukalapak tahun 2017, Bukalapak juga menargetkan 15 juta pelanggan di akhir tahun 2017. Menurut Bayu, di tahun 2015, Bukalapak hanya memiliki 500.000 pelapak dan hanya dalam waktu 6 bulan tepatnya di trimester pertama tahun 2016, terdapat 1 juta pelapak. Jumlah penjual di Bukalapak meningkat dan hingga kini terdapat hampir 2 juta pelapak. Dengan dukungan adanya pelapak yang besar, fitur chat yang disediakan di Bukalapak serta adanya fitur nego dimana nantinya konsumen bisa melakukan penawaran ke Pelapak, ditambah dengan peningkatan layanan baik dengan penggunaan aplikasi, mobile web ataupun desktop, Bukalapak yakin jika di akhir tahun 2017, jumlah pelanggan yang berbelanja di Bukalapak bisa menembus 15 juta user.

Advertisements

Leave a reply "Menilik Berapa Target yang di Bidik dari Harbolnas di Bukalapak 1212 Nanti"