Tips Menentukan AC Gedung degan Hitungan Sistem Ventilasi Mekanis

Sistem penghawaan pada bangunan tinggi bersifat lebih kompleks daripada bangunan rumah tinggal sederhana. Rumah tinggal umumnya hanya membutuhkan penghawaan alami saja untuk menghasilkan kualitas udara yang baik bagi penghuni rumah. Untuk bangunan tinggi umumnya memerlukan bantuan AC terbaik sebagai alat penghawaan mekanis karena luasan bangunan yang cukup besar serta jumlah lantai yang lebih dari 2 atau 3.

Indonesia telah memiliki standar acuan baku dalam hal perancangan sistem ventilasi alami dan buatan yang tertuang dalam SNI 03-6572-2001. Berikut ini sekilas akan dipaparkan informasi teknis terkait sistem penghawaan buatan pada bangunan gedung untuk memperkaya pengetahuan Anda.

AC Gedung

Terdapat beberapa persyaratan teknis yang harus dimiliki oleh sebuah sistem penghawaan mekanis atau buatan pada bangunan gedung, antara lain :

  1. Pengadaan sistem penghawaan buatan ventilasi bersifat wajib atau harus ada apabila ventilasi alami yang ada tidak memadai.
  2. Penempatan fan atau AC harus memungkinkan pelepasan udara secara maksimal dan juga memungkinkan masuknya udara segar atau sebaliknya.
  3. Fan atau AC bekerja terus menerus selama ruang tersebut dihuni.
  4. Untuk bangunan yang tertutup, semisal area parkir baik di atas tanah atau basement, harus memiliki sistem ventilasi mekanis yang mampu membuang udara kotor dari dalam, minimal 2/3 volume udara ruang harus terdapat pada ketinggian maksimal 0,6 meter dari lantai, serta gas buang mobil jangan sampai mengganggu sirkulasi udara bersih yang ada. 

Untuk menjawab persyaratan teknis tersebut diperlukan sebuah alat ventilasi mekanis yang representatif, yang mampu mengontrol kebersihan udara, kelembaban dan sirkulasi udara dengan baik. Air Conditioner merupakan alat ventilasi mekanis yang umum digunakan pada bangunan gedung. Namun tidak sembarang AC dapat diterapkan. Pihak gedung harus mengetahui terlebih dahulu besar kapasitas AC terbaik yang diperlukan terkait dengan luas dan fungsi bangunan yang membutuhkan pengkondisian udara.

Di dalam SNI 03-6572-2001 telah dicantumkan besaran jumlah laju aliran udara yang perlu disediakan oleh sistem ventilasi pada bangunan gedung menurut fungsi gedung itu sendiri. Contohnya, untuk gdung perkantoran memerlukan udara luar sejumlah 0,60 – 1,05 (m3/min)/orang. Sedangkan untuk gedung sekolah memerlukan udara luar sebesar 0,30 – 0,75 (m3/min)/orang.

Jenis-Jenis AC Gedung

Selain itu, banyak merk AC terbaik di Indonesia yang menawarkan teknologi canggih dengan mengusung konsep hemat energi dan ramah lingkungan. Namun Anda juga perlu memastikan bahwa kapasitas AC yang Anda pilih sesuai dengan kebutuhan udara dalam ruang. Terdapat rumus untuk menentukan kebutuhan BTU (British Thermal Unit) AC Anda, yaitu :

(L x W x H x I x E) / 60 = kebutuhan BTU

Dimana :

L = Panjang Ruang, W = Lebar Ruang, I = 10 (jika ruang berinsulasi) dan 18 (jika ruang tidak berinsulasi), H = Tinggi Ruang, E = 16  – 20 (tergantung arah hadap dinding terpanjang).

Satuan nya adalah feet (kaki) dimana 1 meter = 3,28 feet. Sebagai informasi, kapasitas AC yang beredar di pasaran adalah sebagai berikut :

AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h; AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h; AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h; AC 1½ PK = ±12.000 BTU/h; AC 2 PK = ±18.000 BTU/h.

Jadi, misal ruang yang ada berukuran 4m x 4m dengan tinggi 3m, terletak di lantai 3 (tidak berinsulasi), dan dinding terpanjang menghadap timur (nilai E = 17), maka perhitungannya menjadi :

Kebutuhan BTU = (13 x 13 x 10 x 18 x 17) / 60 = 8.619 BTU. Dengan kebutuhan BTU tersebut, maka ruangan tersebut memerlukan AC dengan kapasitas 1 PK.

Pada dasarnya, bijaklah dalam memilih produk AC terbaik untuk bangunan Anda. jangan sampai Anda membeli AC dengan kapasitas melebihi yang diperlukan. Semoga informasi teknis seputar sistem ventilasi mekanis tersebut dapat bermanfaat bagi Anda. 

Advertisements

Leave a reply "Tips Menentukan AC Gedung degan Hitungan Sistem Ventilasi Mekanis"