Simak 2 Rekomendasi Film Gangster Jepang Untuk Weekend

No comment 174 views

Film Gangster Jepang
Omong-omong soal kebudayaan Jepang pasti dengan segera kita akan membayangkan pop-culture seperti anime, manga, atau penyanyi-penyanyi J-Rock dan J-Pop. Tapi belum lengkap rasanya pengetahuan Anda akan Negeri Sakura ini jika Anda belum mengenal perkumpulan mafia Jepang, yang dikenal dengan nama yakuza.

Dalam kehidupan nyata, yakuza memiliki pengaruh ekonomi yang sangat kuat, dimana mereka memegang peran sebagai salah satu investor terbesar. Yakuza di Jepang juga jauh lebih lembut dan baik hati dibandingkan dengan grup mafia di Italia, atau di negara-negara lainnya. In fact, beberapa kelompok yakuza menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan bagi daerah-daerah yang terkena bencana alam.

Sebagai contohnya, segera setelah gempa Kob melanda, kelompok yakuza yaitu Yamaguchi-gumi menggerakkan anggotanya untuk menolong para korban, serta membantu distribusi bala bantuan dengan menyediakan helikopter. Begitu pula ketika tragedi gempa bumi dan Tsunami Touhoku di tahun 2011, banyak kelompok yakuza yang menyediakan kantornya sebagai tempat pengungsian dan mengirimkan distribusi bantuan bencana alam dengan menggunakan truk.

Kebudayaan serta loyalitas yakuza telah banyak menginspirasi para produser film untuk membuat film action dengan menyorot kehidupan dari gangster Jepang ini. Dan berikut adalah beberapa rekomendasi film gangster Jepang yang wajib ditonton bagi Anda pencinta film action.

1. Tokyo Mafia: Yakuza Wars (1995)

Tokyo Mafia: Yakuza Wars (1995)
Riki Takeuchi, aktor profesional yang well-known atas sepak terjangnya dalam film-film yakuza tampil sebagai pemeran utama dalam serial tetralogy Tokyo Mafia, mulai dari Tokyo Mafia: Yakuza Wars, Tokyo Mafia, Wrath of The Yakuza, Tokyo Mafia: Battle For Shinjuku, dan Tokyo Mafia: Yakuza Blood. Dalam seri pertama yaitu Tokyo Mafia: Yakuza Wars, Riki berperan sebagai Ginya Yabuki, seorang anggota gangster kelas menengah dari perkumpulan yakuza Yamaryu.

Setelah perkelahiannya dengan salah satu pemimpin tertinggi yaitu Iwagami, Ginya memotong salah satu jarinya sebagai bentuk permintaan maaf (yubitsume) dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari klan yakuza tersebut. Selepasnya ia dari klan yakuza-nya yang lama, Ginya memutuskan untuk menyambung hidup dengan sekali lagi terjun ke lembah hitam dengan membangun sindikat yakuza miliknya sendiri. Masalah mulai timbul ketika Ginya dan sindikatnya mulai terlibat dalam perebutan kekuasaan antar klan yakuza, tak terkecuali dengan perkumpulan yakuza Yamaryu.

Seiring satu adegan dan adegan lain bergulir, Anda akan disuguhkan dengan scene-scene NSFW dan gory. Sehingga bagi Anda yang tidak tahan dengan pemandangan organ tubuh terekspos dengan jelas atau anggota tubuh keluar dari tempatnya maka film ini bukan bagi Anda. Tapi jika Anda ingin menantang seberapa kuat perut Anda dalam melihatnya, then go ahead! You might (or might not) regret it.

2. Battles Without Honor And Humanity – Jingi Naki Tatakai (1973)

Battles Without Honor And Humanity - Jingi Naki Tatakai
Satu lagi serial pentalogy yakuza yang wajib untuk Anda tonton, yaitu Battles Without Honor And Humanity. Kisah ini berkisar pada kehidupan masyarakat Jepang pasca Perang Dunia ke-II. Jepang yang saat itu dalam keadaan chaos setelah menelan pil pahit kekalahan saat perang mengalami perubahan kekuasaan yang sangat cepat, dimana organisasi yakuza memegang tampuk pemerintahan tertinggi.  Pada masa itulah Shozo Hirono, seorang mantan tentara Jepang dijebloskan ke dalam penjara atas tuduhan pembunuhan anggota yakuza. Di dalam penjara, ia bertemu dengan rekan narapidana yang ternyata merupakan anggota kelompok mafia bernama Hiroshi Wagasugi.

Setelah pada akhirnya Hirono dibebaskan dari penjara, ia dengan senang hati mengikuti Wagasugi untuk bergabung ke dalam kelompok mafia tersebut. Tujuan dari bergabungnya ia ke dalam kelompok tersebut pun ternyata sangat sederhana. Pada masa pasca-perang, keadaan ekonomi Jepang masih sangat buruk dan satu-satunya cara untuk mendapatkan quick cash adalah dengan bekerja di bawah naungan organisasi hitam.

Keadaan semakin pelik ketika Hirono memutuskan untuk meninggalkan kelompok Doi dan berpindah ke kelompok yakuza yang dipimpin oleh Yoshio Yamamori, yang kemudian diikuti oleh Wakasugi. Perebutan kekuasaan antara kelompok Doi dan Yamomori pun menjadi semakin meruncing, dan dari sinilah pertumpahan darah yang memakan banyak korban dari masing-masing pihak dimulai.

Apakah Anda memiliki rekomendasi film gangster Jepang yang lain?

Source:

– http://www.tasteofcinema.com/2015/14-great-japanese-gangster-yakuza-films-that-are-worth-your-time/

– http://www.complex.com/pop-culture/2011/12/the-25-best-yakuza-movies/

Advertisements

Leave a reply "Simak 2 Rekomendasi Film Gangster Jepang Untuk Weekend"