Heboh, Panci Bertuliskan Nama ‘Allah’ Beredar di Sidoarjo

Panci Bertuliskan Allah Beredar di Sidoarjo

Penistaan agama kembali terjadi di negeri ini. Jika dahulu pernah ditemukan Sandal bertuliskan “Allah” dibagian telapaknya, kini sidoarjo dihebohkan dengan produsen panci “Paramount” yang menggunakan lafadz Allah (Alhamdulillah) dibagian stickernya.

Dikutip dari Kompas.com (27/01), mengetahui hal tersebut FPI langsung melaporkan kasus penistaan agama ini ke pihak kepolisian. Dalam laporannya FPI menilai bahwa aksara Arab yang tertera di salah satu jenis panci yang diproduksi perusahaan tersebut adalah lafadz nama “Allah”. Lafal berbahasa Arab tersebut terdapat di stiker yang ditempel di salah satu sisi panci.

Di bawah lafal tersebut terdapat gambar menyerupai gunung dengan dominasi warna biru, di bawahnya juga ada tulisan merek “Paramount” dan di bawahnya lagi terdapat tulisan “Aluminium Wares”.

Sekretaris FPI Jatim Moh Choiruddin mengatakan, peredaran panci lafadz Allah tersebut diketahui atas laporan umat Islam di sejumlah daerah yang mengaku resah.

“Simbol agama kok dipakai merek panci, ini jelas penistaan agama,” katanya.

PT Tekstroindo Anugerah Sukses Abadi sebagai terlapor, kata dia, juga harus meminta maaf kepada umat Islam serta menarik semua produk panci yang sudah tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur.

“Tidak cukup itu, polisi juga harus memproses laporan ini secara hukum,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan akan memproses kasus yang dilaporkan FPI tersebut sesuai prosedur hukum.

Setelah masuk laporan, polisi akan melakukan penyelidikan, mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa saksi.

“Tidak ada pengecualian dalam kasus yang melibatkan siapa pun, semua akan diproses sesuai aturan,” katanya.

Kasus serupa sebelumnya juga terjadi pada produk alas kaki yang diproduksi oleh perusahaan di Gresik, Jawa Timur. Bahkan lafal “Allah” tercetak sebagai motif hiasan di bagian bawah sandal.

Advertisements

Leave a reply "Heboh, Panci Bertuliskan Nama ‘Allah’ Beredar di Sidoarjo"