Makan Langkitang + Cappucino di Pantai Padang Bayar Rp 200.000

Pemalakan di Pantai Padang

Hati-hati saat Anda berada di tempat wisata Pantai Padang, Sumatera Barat. Seorang pengguna facebook bernama Jejeng Azwardi, juga pengujung Pantai Padang menceritakan kisah pahitnya saat berada di tempat wisata kebanggaan warga Sumatera Barat itu. Melalui postingannya, ia berkata bahwa ia telah dicurangi oleh pemilik warung makan disekitaran Pantai Padang.

Saat itu Azwardi datang bersama pacarnya dan duduk di tenda payung tepat di depan warung tersebut. Ia memesan Cappucino dan Langkitang untuk porsi 2 orang. Ketika akan membayar pesanan, betapa kagetnya ia mendengar bahwa total tagihannya sebesar Rp 200.000 hanya untuk 2 porsi Langkitang dan Cappucino.

PEMALAK TETAP BERAKSI DI PANTAI PADANG
TARGETNYA PASANGAN MUDA-MUDI

Waspadalah kalau mau singgah di Pantai Padang. Tadi malam seorang teman bagian promosi disebuah perusahaan mengeluh kepada saya, “kemana mau mengadu mas, saya kena palak di Pantai Padang”, katanya. “Ini harus diproses, malu kita kalau orang luar yg kena palak”, lanjutnya. Saya berikan kepadanya nomor hp pak Adrison petugas keamanan disana, (mohon izin nomornya saya share pak Adrison), saya dapat nomor bapak dari pak Medi Iswandi, karena gak tahu lagi mau mengadu kemana.

Sabtu sore kemarin, teman saya ini singgah ke Pantai Padang bersama pacarnya, mereka memilih duduk ditenda payung. Saat parkir motor dia harus bayar Rp. 10 ribu, kemudian dia pesan 2 gelas capppucino dan 2 bungkus langkitang sambil menikmati ombak dan sunset. Ketika mau pulang pedagangnya bilang 1 gelas cappucino + 1 bungkis langkitang Rp.100 ribu, berarti kalau berdua Rp. 200 ribu. Betapa kagetnya dia, tapi apa boleh buat makanannya sdh habis, harus dibayar dari pada malu. Baru akan berdiri dari tempat duduk, seorang pemuda datang minta bayar sewa tempat Rp. 10 ribu. Masya Allah, ini benar-benar pemalak habis-habisan yg hanya mementingkan keuntungan diri sendiri.

Saya menyarankan kepada pengelola Pantai Padang, buatkan informasi di sekitar lokasi “JIKA ANDA DIPALAK, HUBUNGI NOMOR INI ….” atau libatkan petugas yg menyamar sebagai pengunjung untuk menangkap pelaku. Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi !

Jelas ini merupakan pemalakan (premanisme) terselubung di tempat wisata pantai Padang. Azwardi menghimbau kepada siapapun yang ingin makan di sekitaran pantai Padang, untuk lebih berhati-hati dan sebaiknya tanyakan terlebih dahulu harga dari pesanan Anda agar tidak terjebak pemalakan yang dilakukan oleh oknum  pedagang di pantai Padang.

Semoga kasus ini mendapat perhatian dari pemerintah setempat, agar nama baik pantai Padang tetap terjaga dan oknum dapat diberikan sangsi yang tegas.

Advertisements